Archive for March 6th, 2014

Gerakan Fateta Disiplin 2014Gerakan Fateta Disiplin 2014

Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) IPB mencanangkan Gerakan Fateta Disiplin yang akan berlangsung selama satu bulan penuh di bulan Maret 2014. Kegiatan ini dikooridinir oleh Komisi Disiplin Mahasiswa FATETA yang diketuai oleh Dr.Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si.

Disiplin pada hakekatnya adalah berpikir, bersikap dan bertingkah-laku tertib. Ketika kita berada dalam suatu komunitas maka disana ada tata tertib; IPB juga memiliki tata tertib sebagaimana diatur dalam Keputusan Rektor IPB Nomor 09/I3/KM/2010 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa IPB.

Dalam  Pasal 4 dinyatakan bahwa setiap mahasiswa wajib:

  • Berperilaku, berpenampilan dan bersikap sopan serta menjaga martabat sesama sivitas akademika, institusi, dan masyarakat;
  • Berpakaian rapi, membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), sopan dan pantas, serta bersepatu sesuai dengan norma yang berlaku;
  • Menciptakan suasana yang sehat dan aman guna mendukung kelancaran proses belajar-mengajar;
  • Menjaga kebersihan, keindahan, dan ketenangan lingkungan guna mendukung kelancaran proses belajar-mengajar;
  • Memelihara semua fasilitas milik IPB dan menjaga kelancaran proses belajar-mengajar;
  • Menjaga kehidupan akademik yang mengutamakan kebenaran dan kejujuran.

Dan tata tertib itu harus kita patuhi dan kita tegakkan bersama. Penegakan disiplin adalah tugas kita bersama.  Jadi, Gerakan Disiplin ini dimaksudkan agar pembinaan disiplin mahasiswa dapat dipicu dan dipacu secara terpadu, serentak dan komprehensif, untuk mendukung upaya peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan norma dan etika kehidupan kampus bagi mahasiswa sebagaimana diatur dalam Keputusan Senat Akademik IPB Nomor 47/SA-IPB/2007 tentang Norma dan Etika Kehidupan Kampus.

 

Gerakan Fateta Disiplin ini selain bertujuan untuk mensosialisasikan tata tertib kehidupan kampus, juga bertujuan:

  1. Mendorong terciptanya lingkungan kehidupan kampus yang memungkinkan berkembangnya kehidupan akademis yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  2. Mendorong mahasiswa sebagai anggota masyarakat ilmiah dan warga kampus untuk bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma, etika dan sistem nilai yang berlaku di IPB.

Pelaksanaan Gerakan Fateta Disiplin ini melibatkan Petugas Pendamping yang terdiri dari unsur tenaga pendidik (dosen) sebanyak 5 orang per Departemen, tenaga kependidikan sebanyak 3 orang per Departemen dan mahasiswa dari unsur Lembaga Kemahasiswaan (BEM, DPM, Himpro) masing-masing sebanyak 6 mahasiswa, sehingga totalnya berjumlah 71 Petugas Pendamping. Tuga tim pendamping adalah:

  1. Melakukan pengawasan secara intensif terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan mahasiswa di lingkungan Kampus Fateta.
  2. Melakukan peneguran terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan mahasiswa dan memberikan nasihat agar tidak  mengulanginya kembali.
  3. Melaporkan kepada Komisi Disiplin apabila terjadi pelanggaran secara berulang.

Sasaran Gerakan Fateta Disiplin adalah mahasiswa S1, S2 dan S3 di lingkungan kampus FATETA IPB.  Dari Gerakan Fateta Disiplin ini diharapkan dapat dijadikan sebagai upaya preventif terhadap pelanggaran norma dan etika serta tata tertib kehidupan kampus, sehingga tercipta suasana kampus yang tertib, aman, bersih, indah, ramah dan nyaman.

Launching pencanangan Gerakan Fateta Disiplin dilaksanakan pada Rabu 5 Maret 2014, dibuka secara langsung oleh Rektor IPB Prof. Herry Suhardiyanto dengan didampingi Dekan Fateta Dr. Sam Herodian serta dihadiri segenap undangan dari Fakultas lain, Ditmawa, Unit Keamanan Kampus, Dosen, Pegawai dan mahasiswa.

Pada acara launching tersebut juga dikumandangkan ikrar dari mahasiswa Fateta IPB.

IKRAR MAHASISWA FATETA

Kami mahasiswa Fateta, secara sadar dan bertanggungjawab, bertekad:

  1. Menciptakan suasana kampus yang aman, tertib, sehat dan kondusif.
  2. Menjaga tata tertib  dan melakukan penegakan kedisiplinan dalam kehidupan kampus.
  3. Senantiasa bersikap sopan, berpakaian rapi, menjaga kebersihan , keindahan dan ketenangan lingkungan
  4. Memelihara fasilitas kampus guna mendukung kelancaran proses belajar-mengajar.
  5. Menjaga kehidupan akademik yang mengutamakan kebenaran dan kejujuran serta menjunung tinggi harkat dan martabat.

Pakar IPB dalam Siaran Pedesaan RRI 93.75 FMPakar IPB dalam Siaran Pedesaan RRI 93.75 FM

Pada tanggal 4 Maret 2014, Dr.Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si selaku Kepala Divisi Inkubator Bisnis pada Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan (Incubie) LPPM IPB berkesempatan mengisi siaran di radio Pro-1 RRI Bogor dalam acara “Pakar IPB dalam Siaran Pedesaan RRI 93.75 FM”.  Topik yang diperbincangkan adalah Inkubator Bisnis IPB memberikan pendampingan usaha bagi UMKM. Berikut adalah cuplikan wawancara selengkapnya:

Apakah itu Inkubator Bisnis?

Inkubator Bisnis adalah suatu wadah atau lembaga penyedia fasilitas fisik yang mempunyai fungsi membina dan mendampingi UMKM agar mandiri dan berkembang ke tingkat usaha menengah melalui suatu proses pendampingan selama periode waktu tertentu, yaitu selama 2-3 tahun.  Dalam PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 Tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha menyebutkan definisi sebagai berikut:

  1. Inkubator  Wirausaha adalah suatu lembaga intermediasi yang melakukan proses inkubasi terhadap Peserta Inkubasi (Tenant), dan memiliki bangunan fisik untuk ruang usaha sehari-hari Peserta Inkubasi.
  2. Inkubasi adalah suatu proses pembinaan, pendampingan, dan pengembangan yang diberikan oleh Inkubator  Wirausaha kepada Peserta Inkubasi.

Layanan apa saja yang diberikan oleh Inkubator Bisnis?

Pelayanan yang diberikan oleh Inkubator Bisnis adalah penyediaan fasilitas ruangan untuk tempat usaha dengan sewa murah, sarana/peralatan produksi, pilot plant, pelatihan baik teknis maupun manajemen, bimbingan penyusunan bisnis plan, pembukuan sederhana, fasilitasi akses pasar melalui pendirian outlet untuk pemasaran bersama, pameran produk tenant dan juga temu bisnis, serta fasilitasi ke sumber permodalan baik perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

Sejarah singkat dibentuknya Inkubator Bisnis IPB?

Inkubator Bisnis IPB dibentuk pada tahun 1994, merupakan salah satu inkubator tertua di Indonesia, dimana waktu itu ada empat inkubator yaitu di IPB, ITS, UNS dan BPPT yang dibentuk oleh Departemen Koperasi yang disponsori oleh UNDP saat itu. Pada awal dibentuknya, bernama Pusat Inkubator Agribisnis dan Agroindustri (PIAA). Kemudian berubah nama menjadi Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan (disingkat Incubie) berdasarkan SK Rektor IPB No.      211/I3/OT/2011 tanggal 6 Desember 2011. Inkubator Bisnis di IPB merupakan salah satu Pusat dibawah LPPM dengan dua divisi, yaitu divisi Inkubator Bisnis dan divisi Pengembangan Kewirausahaan.

Visi Incubie adalah “Menjadi Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan Terkemuka di Bidang Agribisnis, Agroindustri dan Green Product”.

Sedangkan misinya adalah:

  1. Melayani dan membantu pengembangan UMKM dalam bidang agribisnis, agroindustri dan green product;
  2. Mengembangkan budaya kewirausahaan untuk mahasiswa, dosen, alumni dan masyarakat;
  3. Memfasilitasi hasil-hasil riset inovatif untuk pengembangan usaha;
  4. Mengembangkan jejaring antara UMKM dengan stakeholders terkait untuk meningkatkan keberhasilan usaha.

Apa tujuan dibentuknya Inkubator Bisnis di IPB?

Dibentuknya Inkubator Bisnis IPB, tidak lain bertujuan: (1) untuk menciptakan wirausaha yang tangguh, profesional, mandiri dan berdayasaing di bidang agribisnis, agroindustri dan green product, dan (2) untuk mengoptimalkan sumber daya manusia terdidik untuk menggerakkan perekonomian dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan ini sesuai dengan lima pilar pendidikan yang dikembangkan IPB, salah satu diantaranya adalah kewirausahaan.

Apa yang dilakukan oleh Inkubator Bisnis IPB dalam memperkuat UMKM?

Inkubator dalam konteks ini mengandung makna yang analog dengan inkubator di lingkungan kedokteran yang berarti suatu perlakuan (treatment) oleh sekelompok tim medis kepada bayi yang baru lahir prematur, dengan tujuan agar bayi tersebut meningkat daya tahan dan adaptasinya terhadap lingkungan hidup yang sebenarnya, sehingga menjadi normal kehidupannya. Inkubator Bisnis dalam hal ini merupakan suatu media atau tempat para UMKM pemula untuk berlatih, bertanya dan berdiskusi untuk mengembangkan usahanya, maupun untuk memecahkan permasalahan manajemen usahanya, baik secara individu maupun kelompok.

Kami melakukan bimbingan dan pendampingan secara intensif dan membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi UMKM tenant baik menyangkut permasalahan teknis produksi dan pengolahan, manajemen, pemasaran maupun masalah permodalan, sehingga kami dengan mudah memantau perkembangan usahanya.

Berapa tenant yang sekarang dibina di Inkubator Bisnis IPB?

Selama tiga tahun terakhir ini, melalui program dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Inkubator Bisnis IPB mendampingi sebanyak 45 UMKM, terdiri dari 40 UMKM sebagai tenant outwall dan 5 UMKM sebagai tenant inwall.

Namun secara akumulasi, sejak berdirinya pada tahun 1994, Inkubator Bisnis IPB telah mendampingi sekitar 190 UMKM tenant, dengan bidang usaha meliputi pertanian, pengolahan pangan, kerajinan, industri dan IT.

Bagaimana tahapan inkubasi yang dilakukan oleh Inkubator IPB?

Tahapan inkubasi meliputi 3 tahap, yaitu pra inkubasi, tahap inkubasi, dan tahap pasca inkubasi. Dalam masa pra inkubasi, Inkubator melakukan rekrutment dan seleksi kepada UMKM yang layak bina.  UMKM yang dinyatakan lulus kemudian diberikan pelatihan dengan cakupan materi meliputi: teknologi produksi & pengolahan, manajemen usaha dan pengembangan jiwa kewirausahaan yang inovatif dan mandiri, termasuk simulasi dan testimoni pelaku usaha.

Tahap inkubasi dilakukan selama 2-3 tahun.  Program yang diberikan antara lain pembekalan teknis produksi, pengolahan dan manajemen usaha, pendampingan penyusunan rencana bisnis (business plan) dan pembukuan sederhana, disain label kemasan, disain website untuk pemasaran produk secara online, fasilitasi dengan sumber permodalan, dan juga pameran produk UMKM tenant.

Setelah tahun ketiga, tenant harus siap keluar dari inkubator untuk berkembang secara  mandiri.

Pada tahap pasca inkubasi, Inkubator melepas tenant menjadi UMKM yang mandiri dan berkembang.  Namun demikian komunikasi dan layanan konsultasi masih tetap diberikan.  Pada tahap pasca inkubasi, tenant harus mampu mengembangkan jaringan kemitraan untuk pengembangan usahanya.

Bagaimana memasarkan produk UMKM tenant?

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai potensi yang sangat besar dalam menggerakkan perekonomian nasional maupun lokal.  Namun demikian dalam kenyataannya, pengembangan UMKM masih banyak menghadapi kendala diantaranya adalah teknis produksi, permodalan dan pemasaran.  Produksi yang kontinyu dengan kualitas yang baik terkadang masih sulit dilakukan UMKM.  Modal yang terbatas tidak hanya berpengaruh terhadap peningkatan skala usaha, tetapi juga berpengaruh terhadap sulitnya produk-produk UMKM menembus pasar-pasar modern seperti supermarket dan swalayan.

Menyadari hal tersebut, Incubie IPB berusaha mencari dan memfasilitasi pola pemasaran yang sesuai dengan karakteristik produk UMKM.  Salah satu diantaranya adalah mengembangan pola pemasaran komunitas dimana pemasaran produk UMKM tidak harus masuk ke pasar modern tetapi lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dengan skala usaha yang tidak terlalu besar.  Dalam rangka mewujudkan konsep tersebut, Incubie IPB bekerjasama dengan beberapa pengusaha untuk memasarkan produk UMKM tersebut.

Outlet pemasaran bersama yang dirintis Incubie sudah ada empat outlet yang terletak di beberapa lokasi di Bogor dan Jakarta.  Outlet pertama di jalan Bangbarung-Indraprasta bekerjsama dengan Resto Karuhun, outlet kedua di Perumahan Vila Bogor Indah bekerjasama dengan Raphylla House, yang ketiga di daerah Artha Gading-Jakarta bekerjasama dengan Bali Deli, dan yang ke empat di daerah Laladon diberi nama Rumah Oleh-oleh Hj Ida, tepatnya di Jalan Laladon Raya no 9 Bogor.

Bagaimana cara pemesanan produk tenant?

Produk tenant juga dipasarkan secara online. Bagi masyarakat yang tidak sempat mengunjungi outlet kami, dapat memesan produk tenant melalui website yang beralamatkan di http://www.tokodagang.com/kibimartvbi/

Cara pemesanan atau ordernya adalah:

1. Pilih barang yang di butuhkan dan kirim sms ke no 087870723797 / pin BB 27f380b4.

2. Setiap order yang masuk sebelum pukul 16.00 WIB, maka barang akan dikirim keesokan harinya dan untuk order yang masuk di atas pukul 16.01 WIB, maka barang akan dikirim lusa. Apabila ada perubahan orderan atau permintaan khusus, harap dikonfirmasikan melalui nomor telepon 087870723797/ 0251-8661446.

Bagaimana dengan permasalahan modal bagi UMKM tenant?

Incubie memfasilitasi beberapa tenant yang memerlukan permodalan untuk pengembangan usahanya. Beberapa tenant telah mendapatkan bantuan permodalan antara lain dari Bank Mandiri, BRI, BRI Syariah, BJB, Angle investor.  Beberapa tenant juga mendapatkan bantuan peralatan dari Distan Kab. Bogor, Disnak Kab. Bogor, juga dari dana hibah Kemenristek.

Syarat menjadi Tenant?

Inkubator Bisnis IPB mempunyai dua kriteria tenant (binaan), yaitu tenant inwall dan tenant outwall.  Tenant inwall yaitu tenant yang kegiatan usahanya dilakukan di dalam Inkubator Bisnis, kami sediakan ruangan untuk menjalankan usahanya dan juga sarana/prasarana usaha termasuk ruang bersama untuk keperluan rapat, akses internet, telpon dan fax, dll.  Tenant outwall yaitu tenant yang lokasi usahanya di luar Inkubator Bisnis, bisa di rumahnya masing-masing.

Untuk tenant inwall sendiri kami memprioritaskan dari kalangan alummni Perguruan Tinggi terutama alumni IPB, memiliki motivasi dan semangat kewirausahaan, mempunyai rencana bisnis dan usahanya telah berjalan minimal satu tahun, sehingga kami bisa lebih mudah mendampingi tenant-tenant tersebut.

Sementara untuk tenant outwall, kami tidak mempersyaratkan apakah alumni atau bukan, bisa saja dari kalangan masyarakat luas.  Namun kami tetap mempersyaratkan usahanya telah berjalan minimal satu tahun, dengan fokus usaha yang telah kami persyaratkan, yaitu agribisnis, agroindustri dan green product.

Bagi para UMKM yang berminat beragabung dengan Inkubator Bisnis IPB dapat mendaftarkan diri ke kantor Incubie yang beralamatkan di Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran – Bogor, Telp.: (0251) 8311268/8323415, Fax: (0251) 8311268 dan E-mail: incubie_ipb@yahoo.com.

Bagaimana perkembangan inkubator di Indonesia?

Dibandingkan dengan negara-negara lain, jumlah inkubator bisnis dan pertumbuhannya di Indonesia masih cukup jauh tertinggal. Uni-Eropa memiliki 1.100 inkubator bisnis dengan rataan jumlah tenant 25 per inkubator. China memiliki 450 Inkubator binis, dengan rataan jumlah tenant 36 per inkubator bisnis. Di Indonesia sendiri, jumlah Inkubator Bisnis diperkirakan sebanyak 50 Inkubator Bisnis (Pemerintah, Universitas, maupun swasta), namun dari jumlah tersebut hanya sebagian saja yang memiliki kinerja yang baik. Mengingat peranan inkubator bisnis sangat strategis dalam menciptakan wirausaha baru yang tangguh, nampaknya perlu dukungan dari pemerintah terutama dalam hal pendanaan untuk program inkubasi dan juga fasilitas baik gedung maupun fasilitas produksi bagi tenant inwall.

Alhamdulillah, pendampingan melalui Inkubator UMKM sekarang sudah memiliki  payung hukum dengan dikeluarkannya Keppres No. 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha.  Dengan keluarnya Keppres tersebut Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan/atau masyarakat dapat menyelenggarakan Inkubator Wirausaha sebagaimana dinyatakan dalam pasal 4. Dalam pasal 5 dari Keppres tersebut dinyatakan bahwa Inkubator Wirausaha dalam penyelenggaraan program Inkubasi, memfasilitasi dan memberikan pelayanan berupa:

a. penyediaan ruang;

b. dukungan fasilitas perkantoran;

c. bimbingan dan konsultasi;

d. bantuan penelitian dan pengembangan usaha serta akses penggunaan teknologi;

e. pelatihan dan pengembangan keterampilan;

f. akses pendanaan;

g. penciptaan jaringan usaha dan kerjasama; dan

h. manajemen atas Hak Kekayaan Intelektual.

Mudah-mudahan ke depan Inkubator Bisnis termasuk Incubie dapat memperoleh pendanaan untuk melakakukan program inkubasi bagi para UMKM.  Saat ini selama tiga tahun terakhir, Incubie mendapatkan dukungan pendanaan dari Kementerian Koperasi dan UMKM melalui Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. Melalui pendanaan tersebut Incubie melakukan program inkubasi kepada 45 tenant di wilayah Jawa Barat.

Sebagai penutup, ada yang ingin disampaikan?

Kami mengucapkan terima kasih kepada Institut Pertanian Bogor dan juga Kementerian Koperasi dan UKM RI yang telah membantu kegiatan program inkubasi UMKM di Incubie IPB dalam bentuk dukungan fasilitas dan pendanaan program inkubasi.

Kami berharap program ini dapat berkelanjutan, sehingga Inkubator Bisnis IPB dapat lebih berkembang.  Melalui Inkubator Bisnis diharapkan akan tumbuh UKM-UKM baru yang inovatif, tangguh, mandiri dan berdayasaing serta mampu berkembang ke usaha tingkat menengah.  Amien.

Seminar Proposal Uji TerapSeminar Proposal Uji Terap

Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, Badan Karantina Pertanian-Kementerian Pertanian menyelenggarakan Seminar Proposal Uji Terap pada 4-5 Maret 2014 di Cikarang Barat, Bekasi. Dalam seminar tersebut, Dr.Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si tampil sebagai keynote speaker, mempresentasikan makalah dengan judul Teknologi Karantina dalam Penanganan Pascapanen Buah-buahan/Sayuran.  Salah satu proposal yang dipresentasikan dalam seminar tersebut berjudul “Uji Terap Perlakuan Air Panas (Hot Water Treatment) terhadap Lalat Buah Bactrocera cucurbitae pada Buah Melon.  [rkh]